Minggu, 13 November 2016

Apa itu Panah ???



1. S“ Panahan”
Panahan atau memanah adalah suatu kegiatan menggunakan busur panah untuk menembakkan anak panah. Bukti-bukti menunjukkan bahwa sejarah panahan telah dimulai sejak 5.000 tahun yang lalu yang awalnya digunakan untuk berburu dan kemudian berkembang sebagai senjatadalam pertempuran dan kemudian sebagaiolahraga ketepatan. 
Busur atau panah atau busur panah dikategorikan sebagai sebuah senjata yang digunakan untuk menembakkan anak panah, dibantu oleh kekuatan elastisitas dari panah itu sendiri. Biasanya senjata ini digunakan untuk berburu dan pada masa lalu sebagai salah satu peralatan perang. Selain itu panah juga digunakan sebagai alat utama dalam olahraga panahan.
Desain dari panah dipengaruhi oleh kebudayaan dan masa dimana alat itu dibuat. Desain panah yang paling umum yang digunakan oleh bangsa bangsa pada masa lampau adalah kayu (biasanya digunakan oleh Bangsa Inggris Kuno) dan kombinasi kayu-tulang (biasanya digunakan oleh Bangsa Asia Kuno). Pada masa sekarang, bahan untuk membuat panah yang mendominasi adalah plastik, karbon, material sintetik atau bahan campuran.Orang yang menggunakan busur panah disebut sebagai pemanah.

Sebelum panahan menemui bentuknya sebagai olahraga seperti yang kita kenal saat ini, ternyata telah melalui masa pertumbuhan yang panjang. Melalui peranan yang berbeda-beda dalam kehidupan umat manusia. Mula-mula panahan dipergunakan orang sebagai alat untuk mempertahankan diri dari serangan bahaya binatang liar, sebagai alat untuk mencari makan, atau untuk berburu, untuk senjata perang dan baru kemudian berperan sebagai olahraga baik sebagai rekreasi ataupun prestasi.
Dari catatan sejarah dapat dicatat bahwa baru pada tahun 1676, atas prakarsa Raja Charles II dari Inggris, panahan mulai dipandang sebagai suatu cabang olahraga. Dan kemudian banyak negara-negara lain yang juga menganggap panahan sebagai olahraga dan bukan lagi sebagai senjata untuk berperang. Pada tahun 1844 di Inggris diselenggarakan perlombaan panahan kejuaraan nasional yang pertama dibawah nama GNAS (Grand National Archery Society), sedang di Amerika Seirkat menyelenggarakan kejuaraan nasionalnya yang pertama pada tahun 1879 di kota Chicago.
Sama halnya dengan sejarah panahan di dunia, demikian pula tidak seorang pun yang dapat memastikan sejak kapan manusia di Indonesia menggunakan panahan dan busur dalam kehidupannya. Tetapi apabila kita memperhatikan cerita-cerita wayang purwa misalnya, jelas bahwa sejarah panah dan busur di Indonesiapun telah cukup panjang, dan tokoh-tokoh pemanah seperti Arjuna, Sumantri, Ekalaya, Dipati Karno, Srikandi demikian pula Dorna sebagai Coach panahan terkenal dalam cerita Mahabharata.
Diceritakan Dewi Srikandi sangat gemar dalam olah keprajuritan dan mahir dalam mempergunakan senjata panah. Kepandaiannya tersebut didapatnya ketika ia berguru pada Arjuna, yang kemudian menjadi suaminya. Dalam perkawinan tersebut ia tidak memperoleh seorang putera. Dewi Srikandi menjadi suri tauladan prajurit wanita. Ia bertindak sebagai penanggung jawab keselamatan dan keamanan kesatrian Madukara dengan segala isinya. Dalam perang Bharatayuddha, Dewi Srikandi tampil sebagai senapati perang Pandawa menggantikan Resi Seta, kesatria Wirata yang telah gugur untuk menghadapi Bisma, senapati agung balatentara Korawa. Dengan panah Hrusangkali, Dewi Srikandi dapat menewaskan Bisma, sesuai kutukan Dewi Amba, puteri Prabu Darmahambara, raja negara Giyantipura, yang dendam kepada Bisma. Sehingga di masa kerajaan pun panahan sudah berkembang di negara kita ini.


2.   Peralatan Panahan
BOW



Konstruksi
Secara umum busur terdiri atas limb yang melengkung, dengan tali busur terikat pada kedua ujungnya. Saat tali busur ditarik ke belankang, limb akan melengkung lebih dalam, mengubah energi gerak tarikan tali busur menjadi energi potensial pegas. Busur modern (recurve) mempunyai satu bagian lagi yaitu riser yang berfungsi sebagai pegangan dan tempat bersandar limb atau bagian-bagian lain seperti stabilizer dan visir. Panjang, ketebalan, bentuk dan jenis material penyusun limbmemengaruhi energi potensial maksimum yang dapat disimpan - dinyatakan sebagai draw weight dan diukur dalam pound/kilogram. Selain itu ukuran tubuh (dalam hal ini panjang lengan) pemanah juga berperan menentukan seberapa besar energi yang dihasilkan dari sebuah draw. Oleh karena itu seorang pemanah harus memilih busur yang sesuai dengan tinggi tubuhnya untuk memperoleh hasil yang optimum.
Recurve Bow
Recurve bow adalah perkembangan termutakhir dari busur. Ini adalah jenis busur yang paling umum digunakan di olahraga panahan saat ini. Desainnya terdiri dari tiga bagian utama, riser - pegangan dan tempat aksesori lain dipasang, dan sepasang limb yang merupakan sumber energi pegas busur. Ciri khas dari busur ini adalah bagian ujungnya yang melengkung ke depan (menjauhi pemanah) saat tidak ditarik atau dilepas talinya. Konstruksi seperti ini memungkinkan draw weight yang lebih besar untuk panjang yang sama. Sebagai kompensasinya, bahan penyusun limb memperoleh tegangan/regangan lebih besar daripada busur biasa (longbow).
Bagian-bagian recurve bow

§  Riser - pegangan dan tempat ditempelkannya limb dan aksesori lain.
§  Grip - bagian tempat memegang busur.
§  Arrow rest - tempat meletakkan anak panah, bisa terbuat dari bulu atau plastik.
§  Sight window - bantuan visual untuk membidik.
§  Stabilizer - mengatur keseimbangan busur sesuai keinginan pemanah dan menahan getaran saat menembak.
§  Sight - visir, untuk memperoleh bidikan yang lebih akurat.
§  Limb - menyimpan energi pegas busur. Pada busur yang lebih modern, limb dapat dengan mudah dibongkar pasang untuk ditukar, sementara busur produksi perajin lokal memberikan performa yang kurang bagus jika sering dibongkar pasang.
§  String groove - lekukan tempat tali busur dikaitkan.
§  Limb tip
§  String - mentransfer energi dari tangan pemanah ke limb atau dari limb ke anak panah. Terbuat dari material sintetis seperti Kevlar.
§  Center serving
§  Nock point - tempat anak panah diletakkan, biasanya ditandai dengan lilitan benang di atas serving.
§   

Anak Panah

Anak Panah adalah sebuah proyektil tajam yang digunakan untuk menembak dengan menggunakan Busur Panah sebagai pemicunya. Alat ini, bersama dengan busurnya umumnya digunakan sebagai senjata dan memiliki sejarah panjang dalam kebudayaan manusia.






3.   Latihan Panahan

Latihan panahan sebenarnya bergantung dalam kondisi dan keadaan, namun latihan panahan sudah banyak diadakan seperti di daerah jakarta dengan schedule berikut:

-Tempat latihan                       :Senayan Archery Field, Jakarta
                                                 Senayan Sport Komplex Via Gate 7

            -Waktu latihan                                    :Rabu, pukul 15.00-18.00 
                                                             Sabtu, pukul  9.00-15.00

            -Pembayaran                           : Rp 200,000 (arm guard, finger tab, string included)




4.   Organisasi Panahan

PERSATUAN PANAHAN INDONESIA (PERPANI)

Didirikan tanggal 12 Juli 1953 di Yogyakarta
JL. Pintu VII Lapangan Panahan Gelora Bung Karno Senayan,
Jakarta
Tel : (021) 5727859, 5727993
Fax : (021) 5727023
Email.: indonesiaarchery@yahoo.com
Website: -

5.     Arti Lambang
Sayap :
 
Perpani akan terus terbang dan berkembang sepanjang masa.
6.     Bulatan : 
Perpani telah menjadi anggota FITA (Federasi Panahan International)
7.     Segi lima : 
Lambang Pancasila, maka Perpani adalah suatu oraganisasi yang berazaskan Pancasila.
 
Arti dari warna :
8.     Kuning : 
adalah warna dari sasaran Panahan yang mempunyai nilai tertinggi, maksudnya agar warna kuning pada sasaran itulah yang harus selalu diingat untuk ditembak dan juga warna kuning merupakan simbol Kejayaan.
9.     Hijau : 
adalah warna lapangan rumput, dan merupakan simbol kesejahteraan dan kemakmuran
10.  Hitam : 
Kesetiaan dan kekal.
11.  Lain-lain : 
Jumlah bulu pada sayap, terdiri dari lima bulu besar dan tiga bulu kecil, melambangkan Perpani didirikan pada tahun 1953.
 
Tulisan Perpani pada lingkaran yang jumlah hurufnya tujuh buah, melambangkan bahwa Perpani didirikan bulan tujuh (juli)
 
Tepatnya Perpani didirikan pada tanggal 12 Juli 1953.

SUSUNAN PERSONALIA PELINDUNG, DEWAN KEHORMATAN, 
DEWAN PENASEHAT DAN PENGURUS PUSAT
PERSATUAN PANAHAN INDONESIA (PP. PERPANI) 
MASA BAKTI 2010-2014
__________________
Pelindung
:
Ketua Umum KONI
Dewan Kehormatan 
:
1.  Oetojo Oesman
2.  Hayono Isman
3. A. Subowo
Dewan Penasehat
:
1.  Jend. (Purn) Agum Gumelar
2.  Mayjen (Purn) IGK Manila
3.  Wiwoho Basuki
4.  Emir Satar


5.  Rachmat Gobel


6.  Eddy Sariaatmadja


7.  Stan Maringka


8.  Udi Harsono


9.  Sukarto


10. Suratna



Ketua Umum
:
Siti Hediati Hariyadi Soeharto
Ketua I
:
Dr. Leane Suniar, MSc.
Ketua II
:
Ir. Arman D. Pandjaitan, MBA
Ketua III
:
Tito Sulistio



Sekretaris Jenderal
:
Djati Walujo, SE
Wakil Sekretaris Jenderal
:
1.  Freddy Rosandi
2.  Marianus Budiono



Bendahara & Anggaran
:
Hj. Zahara Hamid, SE.

Bidang Pembinaan & Prestasi
   Ketua 
:
I GUsti Nyoman Budiana
   Wakil Ketua
:
1.  Daniel Lumalessil
2.  Lilies Handayani
3.  Nurfitiyana Saiman
  
   Wakil Ketua Bidang Pembinaan 
:
Puryoto
   dan Pemanduan Bakat
Ketua Bidang Dana dan Usaha
:
Oktariadi Anis
Bidang Organisai, Daerah dan Luar Negeri
   Ketua
:
H. Wendy Melfa, SH., MH.
   Wakil Ketua Bid. Organisasi dan Daerah
:
Ary Koeswiranto, SE.
   Wakil Ketua Bid Hub Internasional 
:
Niken Puspitarini, SH., MKn.
   dan Hub Antar Lembaga
Bidang Perwasitan
   Ketua
:
Ibnu Marwata, S.Pd.
   Wakil Ketua
:
Nono Mulyono, S.Pd.
Bidang Perlombaan dan Perlengkapan Lapangan
   Ketua
:
Teddy Mulyadi, S.Pd.
   Wakil Ketua
:
1.  Prayitno


2.  Wahyu Hidayat



Ketua Bidang Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Olahraga
   Ketua
:
Drs. Sarwono, MS. 
   Wakil Ketua Bid. Penelitian


   Bidang Analisis dan Data
:
Drs. Alman Hudri, M.Pd.



   Wakil Ketua Bid. Penelitian


   Bidang Psikologi Olahraga
:
Dra. Yuanita Nasution, M.A pp., Sc.psi.
Ketua Bidang Hukum
:
Dewi Asmara, SH., MH.
                                      :Hj. Zahara Ehmid, SE
6. TEKNIK OLAHRAGA PANAHAN


1. Sikap Berdiri (stand)
Sikap berdiri (stand), menurut Damiri, “Sikap/posisi kaki pada lantai atau tanah. Sikap berdiri yang baik ditandai oleh: (1) titik berat badan ditumpu oleh kedua kaki/tungkai secara seimbang, (2) tubuh tegak, tidak condong ke depan atau ke belakang, ke samping kanan ataupun ke samping kiri.” Terdapat empat macam sikap kaki dalam panahan, yaitu open stand, square stand, close stand, dan oblique stand, yang kebanyakan dipakai oleh pemanah pemula adalah sikap square stand atau sikap sejajar.

2. Memasang Ekor Panah (nocking)
Memasang ekor anak panah (nocking), menurut Damiri, “Gerakan menempatkan atau memasukkan ekor panah ke tempat anak panah (nocking point) pada tali dan menempatkan gandar (shaft) pada sandaran anak panah (arrow rest). Kemudian diikuti dengan menempatkan jari-jari penarik pada tali dan siap menarik tali.” Memasang ekor panah dalam olahraga panahan bisa menjadi fatal apabila salah penempatan baik terlalu atas ataupun terlalu bawah, maka perlu untuk memperhatikan kembali apakah anak panah yang dipasang sudah lurus tersandar di busur ataukah belum.
Sumber : www.archery.metu.edu.tr
 

3. Mengangkat Lengan Busur (extend)
Mengangkat lengan busur (extend), menurut Damiri, “Gerakan mengangkat lengan penahan busur (bow arm) setinggi bahu dan tangan penarik tali siap untuk menarik tali.” Hal-hal yang harus diperhatikan, yaitu lengan penahan busur rileks, tali ditarik oleh tiga jari yaitu jari telunjuk, jari tengah dan jari manis. Tali ditempatkan atau lebih tepatnya diletakkan pada ruas-ruas jari pertama, dan tekanan busur terhadap telapak tangan penahan busur ditengah-tengah titik V, yang dibentuk oleh ibu jari dan jari telunjuk (lengan penahan busur), penulis memperjelas dengan memberikan gambar seperti dibawah ini :

4. Menarik Tali Busur (drawing)
Menarik tali busur (drawing), menurut Damiri, “Gerakan menarik tali sampai menyentuh dagu, bibir dan atau hidung. Kemudian dilanjutkan dengan menjangkarkan tangan penarik tali di dagu.” Ada tiga fase gerakan menarik, yaitu pre-draw, primary draw dan secondary draw. Pre-draw adalah gerakan tarikan awal. Pada saat ini sendi bahu, sendi siku dan sendi pergelangan tangan telah dikunci. Primary-draw atau tarikan utama adalah gerakan tarikan dari posisi pre-draw sampai tali menyentuh atau menempel dan sedikit menekan atau mengetat pada bagian dagu, bibir dan hidung dan berakhir pada posisi penjangkaran. Secondary-draw atau tarikan kedua adalah gerakan menahan tarikan pada posisi penjangkaran sampai melepas tali (release).
Didalam buku penataran pelatih program pembinaan cabang olahraga panahan tingkat SD dan SLTP yang dipergunakan untuk menarik adalah: jari, punggung telapak (wirst), dan lengan bawah. Ketiga bagian ini pada posisi lurus kemudian lengan atas selanjutnya bahu dan otot belakang. Kebanyakan pemanah-pemanah pemula hanya menggunakan jari-jari saja, kebanyakan mereka tidak menggunakan otot-otot yang seharusnya dipergunakan seperti yang sudah dijelaskan pada halaman-halaman sebelumnya, di bawah ini adalah gambar menarik busur :
5. Menjangkarkan Lengan Penarik (anchoring)
Menjangkarkan lengan penarik (anchoring), menurut Damiri, “Gerakan menjangkarkan tangan penarik pada bagian dagu.” Hal yang harus diperhatikan, yaitu tempat penjangkaran tangan penarik tali harus tetap sama dan kokoh menempel di bawah dagu, dan harus memungkinkan terlihatnya bayangan tali pada busur (string alignment). Ada dua jenis penjangkaran, yaitu penjangkaran di tengah dan penjangkaran di samping. Pada penjangkaran di tengah, tali menyentuh pada bagian tengah dagu, bibir dan hidung serta tangan penarik menempel di bawah dagu. Pada penjangkaran di samping, tali menyentuh pada bagian samping dagu, bibir dan hidung, serta tangan penarik menempel di bawah dagu.

6. Menahan Sikap Panahan (tighten)
Menahan sikap panahan (tighten), menurut Damiri, adalah: Suatu keadaan menahan sikap panahan beberapa saat, setelah penjangkaran dan sebelum anak panah dilepas. Pada saat ini otot-otot lengan penahan busur dan lengan penarik tali harus berkontraksi agar sikap panahan tidak berubah. Bersamaan dengan itu pemanah melakukan pembidikan. Jadi pada saat membidik, sikap pemanah harus tetap dipertahankan.

7. Membidik (Aiming)
Membidik (aiming), menurut Damiri: “Gerakan mengarahkan atau menempelkan titik alat pembidik (visir) pada tengah sasaran/titik sasaran.” Pada posisi membidik, posisi badan dari pemanah diharapkan tidak berubah, kemudian pemanah tidak hanya fokus kepada sasaran tetapi diutamakan pada teknik, dengan kondisi badan yang relaks fokus akan lebih baik.

8. Melepas Tali/Panah (release)
Melepas tali/panah (release), menurut Damiri: “Gerakan melepas tali busur, dengan cara merilekskan jari-jari penarik tali.” Ada dua cara melepaskan anak panah, yaitu dead release dan active release. Pada dead release setelah tali lepas, tangan penarik tali tetap menempel pada dagu seperti sebelum tali lepas. Pada active release, setelah tali lepas tangan penarik tali bergerak ke belakang menelusuri dagu dan leher pemanah.
Pelepasan anak panah yang baik diperlukan untuk memberikan kekuatan penuh dari tali terhadap panah dalam setiap melepaskan panah yang diinginkan dan untuk mencegah getaran tali yang tidak diperlukan, yang akan menyebabkan panah berputar. Kesalahan sedikit apapun pada saat melepaskan anak panah, mengakibatkan dampak yang sangat besar terhadap sasaran.
 

9. Menahan Sikap Panahan (after hold)
Menahan sikap panahan (after hold), menurut Damiri, “Suatu tindakan untuk mempertahankan sikap panahan sesaat (beberapa detik) setelah anak panah meninggalkan busur. Tindakan ini dimaksudkan untuk memudahkan pengontrolan gerak panahan yang dilakukan.” 

Di dalam buku penataran pelatih program pembinaan cabang olahraga panahan tingkat SD dan SLTP after hold adalah Tangan busur tetap terentang pada posisi semula lurus kearah sasaran dan tetap ditahan hingga dua detik setelah panah menyentuh permukaan sasaran.






7.Nomor pertandingan panahan

 Panahan :: Nomor Pertandingan

Displaying 1-22 of 22 result(s).
  1.  Panahan Jarak 90m Recurve Putra
  2.  Panahan Jarak 70m Recurve Putra
  3.  Panahan Jarak 70m Recurve Putri
  4.  Panahan Jarak 60m Recurve Putri
  5.  Panahan Jarak 50m Recurve Putra
  6.  Panahan Jarak 50m Recurve Putri
  7.  Panahan Jarak 30m Recurve Putra
  8.  Panahan Jarak 30m Recurve Putri
  9.  Panahan Jarak 90m Compound Putra
  10.  Panahan Jarak 70m Compound Putra
  11.  Panahan Jarak 70m Compound Putri
  12.  Panahan Jarak 60m Compound Putri
  13.  Panahan Jarak 50m Compound Putra
  14.  Panahan Jarak 50m Compound Putri
  15.  Panahan Jarak 30m Compound Putra
  16.  Panahan Jarak 30m Compound Putri
  17.  Panahan Olympic Round Individual Recurve Putra
  18.  Panahan Olympic Round Individual Recurve Putri
  19.  Panahan Olympic Round Individual Compound Putra
  20.  Panahan Olympic Round Individual Compound Putri
  21.  Panahan Mix Team Recurve Putra / Putri
  22.  Panahan Mix Team Compound Putra / Putri

Kamis, 03 November 2016

Apa itu museum ,.

1. Pengertian Museum Museum adalah lembaga yang diperuntukkan untuk masyarakat umum. Museum berfungsi mengumpulkan, merawat, dan menyajikan serta melestarikan warisan budaya masyarakat untuk tujuan studi, penelitian dan kesenangan atau hiburan. Berdasarkan Peraturan Pemerintah RI No. 19 Tahun 1995, museum adalah lembaga, tempat penyimpanan, perawatan, pengamanan dan pemanfaatan benda-benda bukti materiil hasil budaya manusia serta alam dan lingkungannya guna menunjang upaya perlindungan dan pelestarian kekayaan budaya bangsa. Sedangkan menurut Intenasional Council of Museum (ICOM), museum adalah sebuah lembaga yang bersifat tetap, tidak mencari keuntungan, melayani masyarakat dan perkembangannya, terbuka untuk umum, memperoleh, merawat, menghubungkan dan memamerkan artefak-artefak perihal jati diri manusia dan lingkungannya untuk tujuan studi, pendidikan dan rekreasi. 2. Fungsi Museum Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 1995, museum bertugas untuk menyimpan, merawat, mengamankan dan memanfaatkan koleksi museum berupa benda cagar budaya. Dengan demikian museum mempunyai dua fungsi besar yaitu : a. Sebagai tempat pelestarian, museum wajib melaksanakan kegiatan sebagai berikut : Museum Geologi Bandung Penyimpanan, yang meliputi pengumpulan benda untuk menjadi koleksi, pencatatan koleksi, sistem penomoran dan penataan koleksi. Perawatan, yang meliputi kegiatan mencegah dan menanggulangi kerusakan koleksi. Pengamanan, yang meliputi kegiatan perlindungan untuk menjaga koleksi dari gangguan atau kerusakan oleh faktor alam dan ulah manusia. b. Sebagai sumber informasi, museum melakukan kegiatan pemanfaatan melalui penelitian dan penyajian. Penelitian dilakukan untuk mengembangkan kebudayaan nasional, ilmu pengetahuan dan teknologi. Penyajian wajib tetap memperhatikan aspek pelestarian dan pengamanannya. 3. Jenis-jenis Museum Museum yang terdapat di Indonesia dapat dibedakan melaui beberapa jenis klasifikasi, yakni sebagai berikut : a. Jenis museum berdasar koleksi yang dimiliki, yaitu terdapat dua jenis : Museum Umum, museum yang koleksinya terdiri dari kumpulan bukti material manusia dan atau lingkungannya yang berkaitan dengan berbagai cabang seni, disiplin ilmu dan teknologi. Museum Khusus, museum yang koleksinya terdiri dari kumpulan bukti material manusia atau lingkungannya yang berkaitan dengan satu cabang seni, satu cabang ilmu atau satu cabang teknologi. b. Jenis museum berdasar kedudukannya, terdapat tiga jenis : Museum Nasional, museum yang koleksinya terdiri dari kumpulan benda yang berasal, mewakili dan berkaitan dengan bukti material manusia dan atau lingkungannya dari seluruh wilayah Indonesia yang bernilai nasional. Museum Propinsi, museum yang koleksinya terdiri dari kumpulan benda yang berasal, mewakili dan berkaitan dengan bukti material manusia dan atau lingkungannya dari wilayah propinsi dimana museum berada. Museum Lokal, museum yang koleksinya terdiri dari kumpulan benda yang berasal, mewakili dan berkaitan dengan bukti material manusia dan atau lingkungannya dari wilayah kabupaten ataukota madya dimana museum itu berada. 4. Museum-Museum di Indonesia Berikut ini adalah museum-museum di Indonesia yang menarik untuk dikunjungi, dan mempunyai banyak kelebihan dibandingkan museum-museum lainnya. Tak kalah dari museum luar negeri pula 1. Museum Nasional Museum Nasional adalah museum tertua yang ada di Indonesia, selain itu koleksi sejarahnya paling lengkap, dan terbesar di Indonesia. Disini, kita bisa melihat berbagai peninggalan bersejarah bangsa Indonesia yang amat banyak dan beragam. Museum ini pertama didirikan tahun 1778, dan mempunyai sekitar 142.000 koleksi bersejarah dari zaman pra-sejarah dan sejarah Indonesia. Kita bisa melihat kapak purba, kalung pra sejarah, prasasti, dan benda-benda bersejarah lainnya. Yang paling menarik disini adalah Prasasti Yupa, Arca Bhairawa Buddha, serta koleksi emas nusantara. 2. Museum Bank Indonesia Museum Bank Indonesia adalah museum yang modern,beda  dari museum lainnya yang biasanya bernuansa kuno. Museum yang berdiri tahun 2006 ini tentu saja menjelaskan sejarah bank Indonesia. Yang hebat dari museum ini, semuanya serba modern, mulai dari animasi di bioskop mini, teknologi touch screen, dan semua informasi tertata sangat sistematis. Disini kita tidak bisa melewatkan permainan tangkap uang virtual dan mengangkat emas batangan. 3. Museum Kartun Indonesia (di Bali) Selain keindahan pantainya, Bali juga mempunyai museum yang menarik ini. Isinya tentu adalah sejarah kartun di Indonesia. Di museum Kartun Indonesia kita bisa melihat berbagai kartun, komik, dan karikatur karya anak bangsa. Kita juga bisa melihat koleksi kartun karya Presiden Soekarno, dan bisa meminta seorang pelukis untuk melukiskan karikatur kita. 4. Museum Geologi Bandung Museum ini menampilkan berbagai macam fosil dari binatang-bintang purba dan sejarah geologi di Indonesia. Museum ini dibuka untuk umum pada tahun 1929. Disini kita bisa melihat fosil dinosaurus, Tyrannosaurus Rex, gajah Mastodon, dan hewan purba lainnya. Kita juga bisa melihat maket-maket mengenai geologi di museum Geologi Bandung. 5. Museum Listrik dan Energi Baru Di museum Listrik dan Energi Baru ini, kita bisa melihat berbagai peragaan mengenai energi, seperti rumah solar dan mobil tenaga surya. Kita bisa mencoba semua peragaan itu, yang menarik adalah peragaan mesin Tesla, Van de Graff, dan sepeda Kinetik. 6. Museum Transportasi Museum Museum Transportasi ini menampilkan berbagai jenis transportasi di Indonesia, dari zaman pedati, lokomotif uap, dan bus DAMRI. Selain itu, ada juga transportasi laut dan udara kuno yang ditampilkan di sini. 7. Museum Layang-layang Museum Layang-layang ini menampilkan berbagai jenis layang-layang, yang terbuat dalam berbagai jenis. Disini kita bisa menemukan layangan besar bernama Ikan Singa, Layangan yang mengeluarkan bunyi, serta workshop membuat layangan. 8. Museum Anak Kolong Tangga (Yogyakarta) Museum Anak Kolong Tangga menampilkan berbagai permainan anak-anak tradisional dari Indonesia dan dunia. Enaknya, kita bisa memainkan beberapa dari mainan tradisonal itu. Kita juga bisa melihat mainan anak dari zaman kerajaan. 9. Museum Polri Museum Polri ini tentunya menjelaskan berbagai sejarah, kegiatan, dan peralatan yang dipakai oleh POLRI. Di museum ini, ada juga kids corner untuk bermain detektif dan perangkat pendeteksi kebohongan. 10. Museum Kereta Api Ambarawa Museum Kereta Api Ambarawa awalnya adalah sebuah stasiun kereta api Belanda yang bernama Stasiun KA Ambarawa. Setelah kemerdekaan, stasiun ini diubah menjadi museum yang mnyimpan berbagai benda dari stasiun itu. Museum ini menyimpan 21 koleksi Kereta uap, kita bahkan bisa menaiki 2 dari kereta uap itu dari Stasiun Ambarawa ke Stasiun Bedono. 2 kereta itu, B2502 dan B2503, adalah 2 dari 3 kereta api bergerigi di dunia yang masih beroperasi 

Sumber: http://ipsgampang.blogspot.co.id/2015/07/pengertian-fungsi-dan-jenis-jenis-museum.html

INFO BEAISWA DATA PRINT INDONESIA

Ada lagi nih beasiswa yang terbaru yaitu beasiswa data print yuk buruan ikuti bagi kalian yang kehausan akan beasiswa sebagai bantuan untuk...